BI : Mulai 2014, Upah 1. 173 Pegawai BI Dijamin OJK

Mulai 2014, Upah 1. 173 Pegawai BI Dijamin OJK

Bank Indonesia tidak membagikan gaji staff di bank indonesia sebanyak 1. 173 pegawai bank sentral yang bertugas di Otoritas Layanan Keuangan mulai 2014 yang akan datang karna riskan bertentangan dengan undang-undang.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, menyebutkan mengacu Undang-Undang No. 21/2011 mengenai Otoritas Layanan Keuangan, semua cost operasional, administratif serta pendukung dalam proses peranan serta penyusunan pengawasan bank mulai sejak 31 Desember 2014 yaitu beban OJK.

“Oleh karenanya, postur biaya operasional BI untuk 2014 belum juga memasukan cost pengelolaan SDM pengawas bank serta shared function yang diarahkan ke OJK, logistik yang dipakai OJK serta system info berkaitan penyusunan serta pengawasan bank, ” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/10/2013).

Dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan OJK pada 26 September lantas diputuskan kalau Komisi XI DPR juga akan memohon supaya biaya remunerasi pegawai BI yang ditugaskan di OJK mulai 2014 juga akan dimasukan dalam biaya anggaran bank sentral.

“Sekiranya hal itu sudah jadi ketentuan anggota dewan, besar kami harap sangkanya ketentuan disebut bisa mensupport governance serta akuntabilitas dalam rencana dan pelaksanan Biaya Tahunan BI 2014, ” tuturnya.

Sejumlah 1. 173 dari 5. 778 keseluruhan pegawai BI juga akan ditugaskan di OJK sepanjang 2 th. mulai awal th. depan. Dari 4. 605 pegawai BI yang bertahan sejumlah 2. 600 masih tetap berstatus tenaga kerja kontrak.

“Kami juga akan merekrut 989 pegawai baru termasuk juga mereview apakah 561 pegawai kontrak dapat diangkat jadi pegawai atau tidak, ” katanya.

Dalam Rancangan ATBI 2014 dinyatakan bank sentral membutuhkan biaya operasional sebnayak Rp6, 06 triliun, yang sebagian besar ditujukan untuk upah serta pendapatan Rp2, 35 triliun serta pengembangan serta pemeliharaan SDM sebesar Rp1, 79 triliun.