Dua Kelompok Tani Dibantu Mesin Demi meningkatkan produktivitas

Berita Kediri

Dua Kelompok Tani Dibantu Mesin Demi meningkatkan produktivitas. Demi meningkatkan produktivitas petani dan membantu mewujudkan swasembada pangan di Kota Malang, Pemkot secara resmi memberikan bantuan berupa mesin penggembur tanah (Cultivator) dan mesin penanam padi (Rice Transplanter). Wali Kota Malang H. Moch. Anton Berita Kediri secara langsung menyerahkan bantuan dalam apel pagi di Balai Kota Malang, Senin (13/7). Walikota mengungkapkan, bantuan ini selain untuk membantu mewujudkan swasembada pangan, juga dimaksudkan agar bisa menyejahterakan para petani. Dan juga diharapkan tidak merubah fungsi tanah pertanian yang dimiliki untuk dijadikan perumahan ataupun bangunan lainnya.

“Bantuan mesin ini adalah pemberian dari Dinas Pertanian Provinsi Jatim. Hari ini bantuan Berita Kediri diberikan kepada dua kelompok tani di Kota Malang,” jelasnya. Anton menambahkan, pertanian sangatlah penting dan sangat terkait sekali dengan kebutuhan dasar semua manusia. Karena itu meskipun lahan pertanian di Kota Malang saat ini sudah semakin sempit, sektor pertanian harus terus diperhatikan.

“Dengan adanya bantuan mesin pertanian, ongkos produksi bisa semakin berkurang. Dengan begitu para petani bisa memiliki penghasilan yang semakin banyak,” tegas Soni, panggilan akrab  Hadi Santoso. Soni Berita Kediri mengatakan, bantuan mesin Cultivator tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Harapan dari Kelurahan Bumiayu, sementara itu untuk mesin Rice Transplanter diberikan kepada Kelompok Tani Makaryo Kelurahan Tlogowaru. Waspadai Angin Kencang, Imbas Badai Nangka

 

Fenomena angin kencang yang melanda Surabaya dalam dua hari terakhir mendapat perhatian serius dari Pemkot. Atensi khusus ditujukan pada Berita Kediri obyek-obyek rawan roboh seperti pohon dan papan reklame (billboard). Kepala Bakesbangpol dan Linmas Kota Surabaya, Soemarno saat dijumpai di kantornya, Senin (13/7) menuturkan, antisipasi yang dilakukan yaitu melakukan perantingan pohon di sejumlah titik.

Soemarno menyatakan, di samping itu pihaknya bersama dinas terkait memberi perhatian lebih kepada papan reklame yang dinilai rawan roboh. Untuk itu Berita Kediri, tim pemkot akan melakukan pengecekan guna memastikan papan reklame tidak tumbang diterpa angin. Berdasar hasil koordinasi antara Pemkot dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 65 km/jam. Fenomena akibat badai Nangka yang terjadi di Filipina ini diprediksi masih akan berlangsung setidaknya hingga lima hari ke depan.

Data lain menjelaskan bahwa suhu udara selama rentang waktu tersebut berkisar pada 24 – 34 Berita Kediri derajat celcius. Kelembaban udara antara 50 – 87 persen. Sedangkan tinggi gelombang laut selat Madura bisa mencapai 2,5 meter. Oleh karenanya, Pemkot menghimbau warga menghindari berteduh di bawah pohon maupun papan reklame. Himbauan juga ditujukan kepada penduduk di wilayah pesisir pantai.

 

Dengan ketinggian gelombang air laut yang bisa mencapai 2,5 meter tentunya dapat mengganggu Berita Kediri aktivitas nelayan. Untuk itu, para nelayan diharapkan meningkatkan kewaspadaan. Tak lupa, lanjut Soemarno, pemkot juga menyiagakan aparat di kelurahan dan kecamatan agar tanggap terhadap kejadian di masing-masing wilayah. Menurut Soemarno, sejauh ini belum ada laporan korban dan kami berharap memang tidak akan ada laporan seperti itu.