BPR di Blitar Dibobol Rampok

BPR di Blitar Dibobol Rampok. Pt bank perkreditan rakyat (bpr) citra halim persada cabang blitar kemarin malam disatroni maling. kejadian baru diketahui pagi harinya saat direktur utama edy Subagio mendapat laporan dari hartoyo satpam yang malam kejadian Sedang jaga.

Edy langsung melaporkan kejadian itu kemapolsek garum blitar Sementara 13 karyawannya tetap melayani para nasabah yang datang. Bank yang beralamatkan di jl raya dusun sawahan desa pojok blitar Jawa timur itu kebobolan hingga jutaan rupiah.

Kanitreskrim polsek garum kampung coklat blitar aiptu wiyono usai melakukan olah tkp Mengungkapkan pelaku pembobolan tergolong baru alis belum profesional sebab yang diambil hanya uang senilai rp 4 juta padahal di dalam ruang banyak dokumen dan barang berharga lainnya.

Diduga pelaku beraksi tengah malam saat satpam tidur pulas diduga Pelaku berhasil masuk memanjat tembok rumah warga sebab pintu gerbang masih utuh dalam keadaan terkunci.

Wiyono menambahkan setelah memanjat tembok setinggi 4 meter pelaku Berhasil mencongkel cendela dan teralis kemudian masuk dan menggasak uang senilai rp 4 juta sedangkan brangkas yang berisi uang di dalam ruang masih utuh.

Usai menggasak uang pelaku berhasil kabur lewat belakang dengan Menggunakan tangga yang sudah disiapkan dipojok tembok setinggi 4 Meter.

Seorang pegawai negeri sipil asal malang jawa timur harus berurusan dengan polisi polsek selorejo blitar setelah kedapatan mengedarkan uang palsu alias upal kepada polisi sang p-n-s mengaku terpaksa memakai upal karena gajinya tidak cukup untuk membiayai hidup dua istrinya.

sumarlin warga kalipare kecamatan kalipare malang diamankan polisi sektor selorejo blitar karena membeli rokok di toko milik yatemi warga desa selorejo menggunakan uang palsu pecahan 50 ribuan dari tangan pns dinas pasar ini polisi mendapatkan 45 lembar uang pecahan 50 ribuan palsu.

Menurut sumarlin dirinya mendapatkan uang palsu ini dari sesorang yang tidak diketahui namanya di terminal arjosari malang dia menukar uang asli 1 juta rupiah dengan uang palsu sebanyak 3 juta yang kemudian di edarkan di sekitar lokasi wisata selorejo.

Sumarlin mengaku terpaksa menggunakan uang haram itu untuk memenuhi kebutuhan hidup dua istrinya gaji yang diterima sebagai pns tidak cukup dipakai biaya hidup sebulan.